Sabtu, 26 Oktober 2013

AHLI TANAH SE-ASIA BERTEMU DI BOGOR



Sekitar 350 ahli tanah di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara berkumpul dalam acara Konferensi Internasional ke-11 Federasi Himpunan Ahli-ahli Tanah se Asia Timur dan Tenggara (ESAFS) yang digelar di Kota Bogor, pada 21-24 Oktober 2013. Konferensi ke-11 ini membahas tanah untuk ketahanan pangan dan energi atau “Land for Sustaining Food and Energy Security", merespon berbagai tantangan hidup dan kehidupan yang dihadapi oleh bangsa-bangsa se Asia Timur dan Tenggara.   

Dalam konferensi ini dibahas berbagai masalah yang berhubungan dengan tanah dan ilmu tanah seperti  perubahan tata-guna tanah dan masalah pemanasan global, produktivitas tanah dalam rangka produksi pangan dan bio-energy, pengelolaan tanah berkelanjutan, kualitas tanah dan siklus hara, pengelolaan air, dan hidrologi, serta sistem basis data tanah. Semua negara sepaham membicarakan persoalan-persoalan yang dihadapi seperti masalah emisi gas rumah kaca, pemanasan global, kelangkaan pangan dan energi, berhubungan dengan tanah dan pengelolaan tanah, baik tanah mineral maupun tanah gambut.

Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut  dihasilkan dari penelitian yang dituangkan dalam kertas kerja ilmiah sebanyak 120 paper. Antara lain temuan penting tentang pengelolaan tanah mineral untuk mendukung produksi pangan seperti beras, jagung, dan biji-bijian lainnya secara berkelanjutan dengan melakukan pengolahan tanah, pemupukan dan penambahan amelioran yang tepat.

Temuan penting lainnya mengenai pengembangan sawit sebagai bahan pangan dan energi secara berkelanjutan dengan memperhatikan pengelolaan tanah sesuai dengan sifat dan ciri tanah, serta kondisi lingkungan yang tepat untuk tumbuh sawit.

Sedangkan untuk isu tanah gambut, Indonesia dapat mengelola secara berkelanjutan tanah gambut yang mengakumulasi rosot karbon (carbon sink) secara positif dengan melakukan pengelolaan air yang tepat dengan "eco-hydro system", pengelolaan tanah tanpa membakar, dan pemilihan jenis tanaman yang tepat dapat menjadi rekomendasi mengelola lahan gambut dengan baik.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Ketua Himpunan Ahli Tanah yang juga Presiden Federasi Ali Tanah se-Asia Timur dan Tenggara, Yuswanda Tumanggung, Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertani, Murizal Sarwani, Guru Besar ahli tanah, Prof Muhajrin Utomo, dan Prof Sofyandi ahli tanah IPB. Peserta Konferensi sekitar 350 orang berasal dari ahli-ahli tanah anggota Federasi Himpunan Ahli-ahli Tanah se Asia Timur dan Tenggara, yakni Taiwan, China, Jepang, Korea, Indonesia, India, Malaysia, Thailand, Filiphina, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan dan Vietnam. Hadir juga ahli tanah dari negara undangan seperti Australia, Kanada dan Amerika Serikat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar