Berdasarkan angka sementara hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013,
Total usaha pertanian di Jawa Timur sebanyak 4.977.514, yang terdiri dari 4.975.903
dikelola oleh rumah tangga, sebanyak 698 dikelola oleh
perusahaan pertanian berbadan hukum dan sebanyak 913 dikelola oleh selain rumah tangga dan perusahaan berbadan hukum.
Malang, Jember, dan Bojonegoro merupakan tiga kabupaten dengan urutan
teratas yang mempunyaijumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak, yaitu masing-masing 328.031 rumah tangga, 325.062 rumah tangga, dan 239.679 rumah tangga. Sedangkan kota Mojokerto
merupakan wilayah yang paling sedikit jumlah rumah tangga usaha pertaniannya,
yaitu sebanyak 1.490 rumah tangga.
Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum terbanyak berada di kabupaten Situbondo yaitu sebanyak 75 perusahaan yang sebagian besar bergerak di subsektor
perikanan/tambak, sedangkanyang paling sedikit berada di kota Pasuruan dan Kota Mojokerto masing-masing berjumlah 2 perusahaan.
Usaha pertanian tidak berbadan hukum atau bukan usaha rumah tangga, terbanyak terdapat di kabupaten Mojokerto yaitu sebanyak 181 unit usaha dan
paling sedikit di kabupaten Blitar, Nganjuk, kota Mojokerto dan kota Madiun masing-masing sebanyak 1 unit usaha.
Angka sementara hasil pencacahan Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga
usaha pertanian di Jawa Timur mengalami penurunan sebanyak 1.329.213 rumah tangga dari 6.305.116 rumah tangga pada tahun 2003 menjadi
4.975.903 rumah tangga pada tahun 2013, yang berarti menurun sebesar21,08 persen dalam 10 tahun atau 2,11 % per tahun
.
Penurunan terbesar terjadi di Kota Madiun dan penurunan terendah terjadi di
kabupatenPacitan, yaitumasing-masing sebesar 74,71persen dan 4,27persen selama sepuluh tahun.
Komposisi jumlah rumah tangga usaha pertanian di wilayah Kabupaten dan Kota selama sepuluh tahun terakhir juga
tidak banyak berubah. Berdasarkan hasil ST2003, 98,39persen rumah tangga usaha
pertanian berada di wilayah Kabupaten dan sisanya sebesar 1,61persen berada di
wilayah Kota. Sementara menurut hasil ST2013, komposisinya adalah 98,83 persen berada
di wilayah kabupaten dan 1,17 persen berada di Kota.
Pada pelaksanaan Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah, dan Kerbau (PSPK) 2011
yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai 1-30 Juni 2011, mencatat populasi
sapi dan kerbau kondisi 1 Juni 2011. Populasi sapi dan kerbau hasil PSPK di
Jawa Timur mencapai 5.056.323 ekor, sedangkan dari hasil sensus pertanian 2013, populasi sapi dan kerbau mencapai 3.831.647ekor.Dari
hasil sensus pertanian 2013 apabila dirinci menurut wilayah, kabupaten/kota
yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak adalah Kabupaten Sumenep dengan
jumlah populasi sebanyak 333.770ekor, kemudian kabupaten Tuban (253.135ekor),
dan kabupaten Malang (240.117 ekor), sedangkan kabupaten/kota
yang memiliki sapi dan kerbau paling sedikit adalah kota Mojokerto dengan
jumlah populasi sebanyak 144 ekor.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar